Monday, September 26, 2005

Ke Pantai Lagi

Sudah sejak hari Kamis (22/09) Uka mengajak Ibu ke pantai, katanya pengin main pasir (padahal di halaman sekolahnya juga banyak pasir hehe..). Ibu nggak berani janji karena pas ke dokter hari Minggu sebelumnya (18/09) saat di Cilegon, Bapak didiagnosa gejala tipus (sebelumnya sempat demam ketika di Jogja dan perut melilit). Dan selama seminggu setelahnya Bapak jarang istirahat karena jadwal ngajar dll. yang padat, jadi Ibu pikir kalo pas di Cilegon biar Bapak istirahat aja.

Jumat pagi (23/09) saat Uka dimandiin Ibu—Uka janji akan mandi sendiri kalo sudah SD! :D—untuk siap2 sekolah, topik pantai mencuat lagi.

"Bu, nanti kalo ke pantai jangan lupa bawa peralatan untuk main pasir ya?!".
"Lo... memangnya Ibu sudah janji mau ke pantai gitu? Kan Ibu bilang tergantung bagaimana Bapak nanti, sudah sehat belum".
"Pasti Bapak sehat".
"Kok Uka bisa memastikan? Uka tau sendiri kan kalo Minggu lalu perut Bapak sakit, melilit!".
"Oh.. kalo sakit perut itu kan sakitnya kecil2, ga pa2!"
"@#$%^&*?!".

Dan ternyata ketika Bapak pulang ke Cilegon, Bapak bersedia memenuhi keinginan Uka ini!!! Wah.. tentu saja Uka seneng banget! Tadinya Ibu ragu, khawatir Bapak belum sehat benar. Soalnya Ibu tau persis Bapak sering nggak tega menolak permintaan Udane :). Tapi Bapak meyakinkan Ibu kalo kondisinya sudah lumayan baik setelah minum obat cacing.

Obat cacing ini bukan obat untuk cacingan lo :)) Tapi obat yang terbuat dari cacing!! Iya, cacing beneran! Jangan heran gitu deh :D Entah cacing jenis apa yang dipakai, tapi obat ini sudah banyak dijual di toko2 obat dalam bentuk kapsul. Kapsul ini berisi cacing yang telah dikeringkan dan ditumbuk halus. Resep ini Bapak peroleh dari seorang kawan yang pernah merasakan khasiatnya. Salah satu khasiatnya adalah untuk mengobati tipus. Dan percaya ato tidak, ternyata kondisi Bapak membaik, meski melanggar pantangan dokter. Iya, Bapak diharuskan makan makanan yang lunak2, lebih baik lagi kalo bubur. Tapi wong namanya jadi anak kost di Jogja, siapa coba yang mau bikinin bubur? Hehehe...

Tentang ke pantai, tadinya Uka memaksa berangkat Sabtu, tapi Bapak harus ngurus SIM A dulu yang akhir September ini habis masa berlakunya. Selain itu, Ibu sudah janji mau ke rumah Tante Weni untuk ngantar donat kentang buatan Mama Nadia yang dipesan Tante Weni. Waktu ke rumah Tante Weni, cuma Ene yang ikut, Uka nggak ikut. Sekarang kalo pergi2 Uka nanya dulu tujuannya, kalo kira2 nggak berprospek—Baca: nggak ada acara beli mainan ato ke tempat bermain :D—Uka lebih memilih tinggal di rumah karena bisa mainan sendiri hehe...

Dan hari Minggu (25/09) jadilah kami berempat ke pantai! Berangkat dari rumah sekitar jam 09:30 dengan persiapan yang lebih baik dibanding ke pantai sebelumnya karena nggak mendadak :) Tadinya Bapak bilang mau nyoba pantai lain, tapi ternyata akhirnya balik lagi ke Tanjung Tum. Males kalo harus nyari lagi, kata Bapak :) Gitu deh Bapak, nggak demen ruwet untuk perkara sepele hehehe...

Tidak seperti acara ke pantai sebelumnya, kali ini tidak didominasi kegiatan main layang2. Bukannya nggak beli layang2, malah Bapak beli layang2 yang lebih gede dan mahal terbuat dari kain yang dijual di pinggir jalan ke Anyer. Harganya Rp15.000,-, plus benangnya Rp2000,- jadi total Rp 17.000,-. Lebih mahal dari ongkos masuk pantai yang Rp15.000,- Sayangnya, layang2 ini nggak berhasil diterbangkan!!! :(( Padahal di pantai kan angin begitu kencang. Menurut analisa Bapak sebagai pakar layang2 :), layang2nya nggak seimbang. Bapak sih bisa memperbaiki, tapi nggak mungkin dilakukan di pantai kan?! Hehe... Dan sementara Bapak dan Uka berusaha menerbangkan layang2, Ene sibuk mengejar kambing ke sana ke mari!!! Hahaha.... Yang terutama menjadi sasaran Ene adalah anak2 kambing. Heran juga kok Ene nggak punya rasa takut, padahal kan bisa saja kambing tersebut ganti mengejar dia kalo terdesak.

Ketidaksuksesan menerbangkan layang2 membawa Udane menuju air laut. Rupanya air laut sedang pasang karena pantainya lebih sempit dari terakhir kami ke sana. Kali ini Ene tidak risi lagi kakinya terkena pasir. Tapi karena ombak sedang pasang, Bapak tidak berani melepaskan Udane sendirian. Sementara itu, Ibu sibuk berteduh di warung dekat pantai, makan nasi goreng bekal (alasannya karena Udane nggak mau makan hehe..) sambil sesekali motret Udane. Habis, asli panas banget!!! Mata rasanya sampai ber-kunang2, hehehe... Tapi Udane cuek aja tuh! Tidak mengeluh kepanasan sama sekali! Mereka begitu menikmati ombak yang menerjang kaki2 kecil mereka. Malah akhirnya Bapak yang capek dan mengajak bermain pasir. Dan tenggelamlah Udane di pasir :)

Berikut ini hasil jepretan kamera HP Ibu. Camdig-nya ada di Jogja.Waktu itu dipake Bapak untuk acara ke Semarang, terus lupa dibawa balik lagi ke Cilegon. Untung HP Ibu yang baru ada kameranya. Meski hasilnya nggak setajam camdig, tapi bisa merekam momen2 indah di pantai :)


Sesi 1: Menunggu ombak menerjang pantai bersama Bapak.


Sesi 2: Bermain pasir.


Sesi 3: Menuju pantai tanpa Bapak. Bapak capek dan duduk di warung :)

Acara main air dan mandi pasir selesai sekitar jam 11:30—Selesai dengan sedikit pemaksaan :D—dan ditutup dengan bilasan pake air dingin di kamar mandi umum. Ene menikmati acara bilasan ini, tapi Uka tidak karena nggak tahan dingin hehehe...

Jam 12an kami meninggalkan Tanjung Tum menuju SKI alias Sari Kuring Indah untuk makan siang. Buat yang tau daerah Anyer - Cilegon, pasti heran! Kok makannya jauh banget ke SKI, sekitar 1 jam perjalanan! :D Memang sih banyak resto di daerah Anyer, tapi berhubung belum pernah nemu yang suasananya enak dan makanannya cocok di lidah, jadilah di-bela2in menempuh perjalanan panjang balik ke Cilegon. Bukan cuma sekedar balik ke Cilegon, tapi rutenya bisa dibilang melewati rumah. Jadi sebenarnya lebih dekat pulang ke rumah daripada ke SKI! Hahaha... Tapi ga pa2, namanya juga lagi liburan. Lagian, biar Ene sekalian pulas tidurnya, karena sejak naik mobil dan memegang botol susunya, Ene langsung mengambil posisi tidur di jok belakang. Dan benar saja, tak lama kemudian Ene tertidur pulas dan baru bangun ketika tiba di SKI.


Mengamati beo yang pintar omong di SKI.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home