Tuesday, September 06, 2005

Deep Condolences

Kemarin pukul 15.13 ketika masih berada di kantor Ibu mendapat sms dari Yang Nuk yang baru saja melihat berita di salah satu stasiun televisi:

It [panggilan Yang Nuk kepada Ibu] kclkbn [kecelakaan] pswt [pesawat] lagi di Medan penumpangnya habis It gak mentolo [tega] ibu [maksudnya Yang Nuk]. Pswt mandala.

Ibu kaget mendengar berita ini dan segera mencari berita di Internet. Ternyata yang jatuh sekitar pukul 10.06 pagi adalah pesawat Mandala jenis Boeing 737-200 dengan nomor penerbangan RI-091. Ibu semakin kaget begitu mengetahui bahwa jumlah penumpangnya 117 orang! Jumlah yang tidak sedikit! Belum lagi pesawat tersebut jatuh di jalan raya yang ramai sehingga menambah jumlah korban jiwa dalam tragedi ini. Sampai tengah malam kemarin hampir semua channel televisi memberitakan hal ini dengan gambar2 korban yang semakin membuat miris hati siapapun! Dan pagi ini Kompas memberitakan bahwa jumlah korban tewas sebanyak 149 orang! Terdiri dari 94 orang penumpang pesawat, 5 orang awak kabin dan sisanya korban yang berada di darat dan tertimpa jatuhnya pesawat.

Setiap kali mendengar musibah semacam ini, kita selalu diingatkan bahwa kematian ibarat pencuri yang tidak pernah kita sangka kedatangannya dan karena itu kita harus selalu siap menghadapinya. Tragedi seperti ini selain membuat kita berduka, juga membuat kita mensyukuri hidup yang masih kita miliki dan sepatutnyalah kita tidak me-nyia2kan setiap detiknya dengan hal yang sia2! Kata ungkapan Jawa kuno 'urip mung mampir ngombe' (hidup hanya persinggahan untuk minum saja). Bahwa ada kehidupan berikutnya setelah mati. Kehidupan yang kekal! Abadi! Ke sanalah kita semua kan menuju.

Ibu turut berdukacita se-dalam2nya kepada para keluarga korban tragedi Mandala. Semoga arwah para korban diterima di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan untuk menerima cobaan ini dan melanjutkan kehidupan yang telah diamanahkanNya. Amin.

Berita lengkap tentang tragedi Mandala antara lain dapat dibaca di Kompas.

Updated 08/09/2005:
Kompas meralat jumlah korban. Musibah ini ternyata menewaskan 89 dari 112 penumpang dan 5 awak pesawat, ditambah 49 warga yang tewas akibat tertimpa reruntuhan pesawat ketika sedang berada atau melintas di Jalan Jamin Ginting, kawasan Padang Bulan, Medan. Jadi total korban sebanyak 138 orang.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home