Monday, October 10, 2005

Fisioterapi

Sudah sejak sekitar sebulan yang lalu Uka batuk. Sudah dua kali ke dokter, eh.. masih belum sembuh juga. Bunyi batuknya sampe grok-grok gitu. Ke dokter pertama dapat antibiotik plus obat pereda batuk. Ke dokter yang kedua (lain dokter) nggak dikasih antibiotik lagi, cuma pereda batuk. Menurut dokter tersebut sudah nggak ada radang jadi nggak perlu antibiotik, hanya saja dahak di saluran pernapasan Uka masih banyak. Dan selama dahak tersebut belum bersih, maka Uka akan terus batuk karena hal itu merupakan reaksi tubuh untuk mengeluarkan dahak.

Pada kesempatan ini, dokternya menganjurkan supaya Uka dibantu fisioterapi untuk mengeluarkan dahaknya. Anjuran ini tidak segera Ibu laksanakan dengan pertimbangan menunggu reaksi obatnya dulu, siapa tau pada pengobatan kedua ini Uka bisa sembuh tanpa perlu fisioterapi. Tapi ternyata meski obat sudah habis, batuk Uka tetap belum sembuh. Bahkan akhirnya apa yang Ibu khawatirkan terjadi, Ene dan Ibu tertular batuk juga :(

Akhirnya, hari Senin 03/10/2005 Ibu, Uka dan Ene barengan ke dokter (dokter yang lain lagi, maklum di klinik umum, bukan dokter keluarga). Dan kali ini, Ibu langsung minta rujukan untuk fisioterapi buat Uka dan Ene. Jadi sejak Senin minggu lalu sampai Senin pagi tadi (kecuali hari Minggu), setiap pagi Uka dan Ene diterapi.

Fisioterapi ini rencananya akan diteruskan sampai dahak Uka dan Ene bersih atau maksimum 10 kali fisioterapi. Maksudnya, kalo belum sampai 10 kali sudah bersih dahaknya ya boleh distop, tapi kalo sudah 10 kali fisioterapi masih berdahak ya tetap harus distop. Begitu kata fisioterapis-nya. Cuma Ibu lupa nanya, batasan maksimum 10 kali itu atas alasan medis ato alasan aturan pendanaan. Maklum pengobatan ini dibiayai si ABIDIN alias Atas BIaya DINas, hehehe... Yang jelas, setelah 7 kali diterapi (sampai pagi tadi), batuk Uka dan Ene sudah jauh berkurang. Besok rencananya masih balik lagi.

Updated 21/10/2005:
Ternyata setelah Ibu cross-check lagi ke fisioterapis saat kunjungan ke-10 (13/10/05), batasan maksimum 10 kali itu karena alasan medis. Menurut si fisioterapis, kalau sudah 10 kali terapi ternyata kemajuannya lambat (paru2 masih ada dahak dan masih batuk2), ada baiknya konsul lagi ke dokter untuk minta pertimbangan medis selanjutnya. Sedangkan fisioterapinya sendiri, kalau mau, boleh saja diteruskan.

Atas dasar hal ini, selesai fisioterapi Ibu membawa Udane untuk menemui dokter lagi. Oleh dokter kami bertiga (Ibu, Uka dan Ene) diberi obat lagi. Untuk Ibu: antibiotik, obat batuk dan obat pilek (untuk jaga2 karena Ibu nggak mengeluh pilek). Untuk Uka menunya komplit :D, yaitu antibiotik, obat batuk, obat pilek (Uka mengeluh pilek) dan penurun panas (kata dokter untuk jaga2). Untuk Ene: antibiotik, obat batuk dan balsam untuk dioles di dada.

Obat turun panas yang diresepkan untuk Uka ternyata justru terpakai oleh Ene karena Senin lalu (17/10/05) Ene tiba2 panas 38oC di malam hari. Mungkin karena Ene pilek berat. Ibu heran juga, sebelumnya tidak ada tanda2 Ene pilek, tapi tiba2 pilek berat dan panas. Sekarang Ene sudah nggak panas, tapi masih pilek, jadi masih suka rewel yang nggak jelas :( Sepertinya kondisi tubuh Ene lagi drop. Moga aja Ene segera pulih lagi seperti sedia kala. Amin.

Menurut fisioterapis yang bertugas, fisioterapi bertujuan untuk membantu metabolisme tubuh, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan. Fisioterapi untuk batuk berdahak ini—khususnya untuk anak2 karena mereka belum ahli dalam mengeluarkan dahak :)—terdiri dari 3 treatment, yaitu:

  1. Infra red radiation: Berupa penyinaran pada bagian dada (paru2) dengan sinar infra merah.
  2. Nebulizer: Berupa pemberian uap hasil pemanasan cairan obat dengan alat Nebulizer pada saluran pernapasan. Jadi uap ini diarahkan menggunakan selang menuju masker yang dipakai di mulut dan hidung.
  3. Partial exercise: Berupa tindakan me-nepuk2 dada dan punggung disertai pemijatan.
Treatment 1 dan 2 dapat dilakukan bersamaan selama 10 menit, sedangkan treatment 3 dilaksanakan sesudahnya sekitar 5 menit. Jadi lama treatment total sih nggak lama, cuma sekitar 15 menitan, tapi kadang2 harus nunggu agak lama karena antri. Untungnya di dekat ruang fisioterapi RS Krakatau Medika ada taman dengan patung kodok besar yang mengeluarkan air mancur dari mulutnya. Nah.. biasanya Uka dan (terutama) Ene nongkrong di situ nungguin si kodok hehe..

O ya, selama fisioterapi Ene mendapat pujian dari fisioterapisnya. Katanya, jarang ada anak seumur Ene yang nurut ketika diterapi. Kebanyakan nangis dan harus dipegangi ortunya. Ene justru langsung naik sendiri ke kursi saat gilirannya tiba, bahkan marah kalo Uka didulukan :D Ini mungkin karena Ene mencontoh Uka. Dalam banyak hal, Uka memang role model Ene. Hasilnya, kegiatan terapi ini jadi seperti main2 dengan Uka buat Ene :D

Seingat Ibu, sejak Ene bayi sudah 4 kali ini dia diterapi karena batuk. Selama itu Ene nggak pernah nangis, paling2 nggak bisa duduk tenang aja ketika dia mulai bisa duduk sendiri. Kepalanya noleh sana sini sehingga selangnya mesti dipegangi Ibu untuk mengikuti gerakan kepalanya. Ibu sendiri juga agak surprise ketika kali ini melihat Ene bisa duduk manis selama diterapi :D. Sedangkan Uka, baru kali ini diterapi. Sebelumnya kalo Uka batuk, nggak sampai diterapi sudah sembuh dalam jangka waktu seminggu sejak diobati. Entah kenapa kali ini kok batuknya bandel :)


Day 1 ga ada fotonya karena batre hp Ibu tinggal dikit, hanya cukup untuk kirim sms, ga bisa dipakai njepret :( Day 3 foto Udane terpisah karena terapinya ga barengan. Setelah fisioterapisnya tau kalo Ibu selalu mendokumentasikan hari2 Udane diterapi, hari2 berikutnya Udane selalu diterapi bareng :)


Nah, begini ini yang namanya Partial Exercise. Tubuh Udane dibolak-balik—kaya tahu goreng aja :D—terus di-tepuk2 bagian dada, punggung, dan sisi kiri dan kanan dada. Tapi nepuknya ga sembarangan, posisi telapak tangan harus agak cekung dan jari tertutup rapat, jadi nggak menyakitkan, malah sepertinya Udane menikmatinya. Selesai Nebulizer dan Infra Red Radiation, Udane langsung mencari tempat tidur yang kosong (ada beberapa tempat tidur di situ) dan berebut naik untuk terapi 'tepuk' ini :D

1 Comments:

Post a Comment

<< Home